Sistem Tata Kelola Air di Lahan Geltek PENAS Aceh
By Admin
Foto: Dokumentasi Kementan
nusakini.com - Kementerian Pertanian (Kementan) beserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) akan menyelenggarakan kegiatan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-15. Rencananya, acara ini akan digelar pada 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Desa Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.
Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan. Salah satunya Gelar Teknologi (Geltek) padi gogo oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Geltek itu merupakan suatu model pengembangan padi gogo yang mempunyai tujuan membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan kering.
Varietas yang ditanam meliputi Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan dengan sistem tanam larikan gogo. Implementasi pengembangan model ini dilakukan dalam bentuk demonstrasi plot sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani. Sampai saat ini pertanaman padi gogo sudah berumur 40 hari setelah tugal.
Kondisi tanah lahan gelar teknologi rentan salinitas. Langkah paling tepat dan aman dalam memperlakukan kondisi lahan tersebut, menurut hasil tinjauan Tim dari Balitbangtan, melalui pengendalian tinggi muka air saluran sesuai kebutuhan tanaman.
Lebih lanjut, permasalahan di lapangan yang terjadi adalah di saat turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi perlu pengendalian tinggi muka air. Langkah yang sudah ditempuh yaitu sistem tata kelola air/tata air mikro (TAM). Untuk itu, sistem tata kelola tersebut dianggap pilihan paling tepat.
Teknik pengairannya sebagai berikut : air disalurkan ke area tanaman melalui caren-caren kecil. Dari caren tersebut air akan meresap ke sekitar pertanaman, kemudian resapan air melalui pori-pori tanah akan mencukupi kebutuhan tanaman.
Cara tersebut selain akan mencukupi kebutuhan air juga akan mengurangi efek salinitas karena garam. Bila diterapkan sistem irigasi tetes atau springkler maka kadar garam sumber airnya tinggi akan langsung kontak dengan tanaman. Bila daya toleransi tanaman terhadap garam rendah maka tanaman akan mengalami salinitas.
Sedangkan pada geltek padi sawah dengan sistem Jajar Legowo (Jarwo), penataan lahan untuk mengurangi salinitas dengan cara mengatur sanitasi lingkungan/caren dan tata air.
Varietas padi sawah yang ditanah meliputi Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dengan melakukan treatment/perlakuan di setiap petak pertanaman dengan aplikasi bahan organik padat ditambah kapur pertanian (Kaptan) untuk selanjutnya diberikan aplikasi pupuk majemuk NPK + Urea/ZA + KCL + Karbofuran. (p/mk)